ANAMBASBATAMDAERAHKARIMUNNASIONALTANJUNGPINANG

Anambas Matangkan Mobilisasi Kendaraan Presiden

Avatar photo
×

Anambas Matangkan Mobilisasi Kendaraan Presiden

Share this article
Wakil Bupati Anambas, Raja Bayu Pimpin Rakor Menjelang Peresmian RSUD Tarempa, Selasa (8/9/2026)

ANAMBAS, liputannews.id — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas mematangkan kesiapan transportasi dan mobilisasi kendaraan rombongan Presiden Republik Indonesia menjelang agenda peresmian RSUD Tipe C Tarempa Program PHTC.

Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Bupati Kepulauan Anambas Raja Bayu Febri Gunadian, S.E., di Ruang Rapat Lantai II Kantor Bupati Kepulauan Anambas, Pasir Peti, Selasa (8/9/2026).

Rapat membahas sejumlah aspek teknis, mulai dari kesiapan sarana transportasi, kondisi Pelabuhan Tarempa, rencana sandar kapal, hingga mekanisme bongkar kendaraan rombongan Presiden.

Raja Bayu meminta Dinas Perhubungan bersama instansi terkait memastikan seluruh kebutuhan teknis dipetakan sejak awal. Menurutnya, mobilisasi kendaraan rombongan Presiden membutuhkan perencanaan matang karena kondisi geografis Anambas sebagai daerah kepulauan.

“Dinas Perhubungan diminta memaparkan kebutuhan dan langkah-langkah yang harus dipersiapkan untuk mendukung mobilisasi kendaraan rombongan Presiden,” ujar Raja Bayu.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor untuk menghindari kendala teknis saat pelaksanaan.

“Seluruh pihak terkait harus melakukan koordinasi secara intensif agar proses mobilisasi kendaraan rombongan dapat berjalan aman, lancar dan tepat waktu,” tegasnya.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah kondisi Pelabuhan Tarempa yang bukan merupakan pelabuhan khusus kapal roll-on/roll-off (RORO). Karena itu, proses sandar dan bongkar kendaraan harus diperhitungkan secara cermat dengan mempertimbangkan kondisi perairan dan kemampuan kapal.

Faktor pasang surut air laut, kedalaman perairan, kondisi alur pelayaran, kemampuan kapal serta posisi kapal saat sandar menjadi bagian dari kajian teknis.

Survei awal terhadap kondisi dan akses Pelabuhan Tarempa telah dilakukan. Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan pengelola transportasi laut dan instansi terkait untuk memastikan proses handling kendaraan dapat dilakukan dengan aman dan sesuai ketentuan.

Selain jalur laut, rapat membahas skenario mobilisasi kendaraan melalui jalur udara. Kendaraan rombongan Presiden direncanakan diberangkatkan menggunakan pesawat Hercules dari Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju Bandara Hang Nadim Batam sebelum proses mobilisasi lanjutan menuju Anambas.

Kondisi geografis Anambas membuat pemerintah daerah juga menyiapkan skenario alternatif sebagai langkah antisipasi apabila terdapat kendala dalam penggunaan Pelabuhan Tarempa.

“Kita harus menyiapkan alternatif apabila dalam pelaksanaannya terdapat kendala teknis. Jangan sampai persoalan transportasi justru menghambat agenda yang sudah dipersiapkan,” kata Raja Bayu.

Menurutnya, kesiapan tidak hanya menyangkut kendaraan, tetapi seluruh fasilitas pendukung yang berkaitan dengan agenda kenegaraan tersebut.

“Persiapan harus dilakukan secara menyeluruh. Apa pun perkembangan dan keputusan terkait kunjungan Presiden, daerah harus dalam kondisi siap,” ujarnya.

Raja Bayu menegaskan, setiap instansi harus memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing, terutama dalam aspek transportasi, keselamatan, fasilitas pendukung dan ketepatan waktu.

“Koordinasi lintas sektor harus kuat. Masing-masing pihak harus menjalankan perannya dan memastikan seluruh aspek teknis maupun fasilitas pendukung dipersiapkan secara optimal,” pungkasnya. (Red-LN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *