
JAKARTA, Liputannews.id — Dua tokoh pers nasional, Teguh Santosa dan Hendry Ch. Bangun, bertemu dalam suasana hangat seusai peluncuran buku “Margono Djojohadikusomo: Pejuang Ekonomi dan Pendiri BNI 46” di Bentara Budaya Kompas, Jakarta, Jumat (8/8/2025). Buku tersebut menceritakan perjalanan hidup Margono, kakek Presiden Prabowo Subianto.
Dalam pertemuan itu, Teguh dan Hendry menyatakan tekad untuk berkontribusi membesarkan sekaligus mengembalikan marwah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sebagai organisasi profesi wartawan yang independen dan bermartabat.
“Pak Hendry adalah sosok yang konsisten menjaga etika dan profesionalisme pers,” kata Teguh Santosa, mantan Ketua Bidang Luar Negeri PWI periode 2013–2018. “Kiprah beliau memberikan fondasi penting bagi kehidupan pers yang sehat.”
Hendry Ch. Bangun pun menanggapi dengan memberikan apresiasi kepada Teguh. “Saya melihat Teguh membawa semangat profesionalisme dan kesejahteraan wartawan melalui JMSI,” ujarnya. “Perusahaan media harus dikelola secara profesional agar wartawan bisa bekerja secara sejahtera dan independen.”
Keduanya mengaku telah lama saling mengenal sejak berada dalam kepengurusan PWI. Menurut Teguh, komunikasi yang intensif akan terus dilakukan untuk menemukan langkah terbaik memperkuat organisasi.
“Kami percaya bahwa PWI harus kembali menjadi rumah besar bagi wartawan Indonesia,” tegas Teguh. “Kami akan terus berdiskusi untuk merumuskan langkah terbaik.” (Anes-LN)











