ANAMBASDAERAH

Pemkab Anambas Sukses Turunkan Angka Stunting, Melampaui Target Nasional

Avatar photo
×

Pemkab Anambas Sukses Turunkan Angka Stunting, Melampaui Target Nasional

Share this article

Suasana Saat Review Delapan Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Angka Stunting

ANAMBAS, Liputannews.id — Melalui Badan Penyelenggaraan Pembangunan Daerah (Bappeda), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Anambas telah meraih kesuksesan dalam upaya menurunkan angka stunting.

Review delapan Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Angka Stunting di Kabupaten Kepulauan Anambas Tahun 2023 dilaksanakan di Ruang Rapat Lantai II Kantor Bupati Kepulauan Anambas pada Jumat, 2 Februari 2024.

Menurut Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, Edward, hasil umum dua tahun terakhir menunjukkan Pemkab Kepulauan Anambas berhasil menurunkan angka stunting dari 21,7 persen pada tahun 2021 menjadi 14 persen pada tahun 2022.

Meskipun hasil survei Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2023 masih menunggu dari Kementerian Kesehatan, pencapaian ini sudah melampaui target nasional yang dijadwalkan mencapai 14 persen pada tahun 2024.

“Nah, 14 persen itu kita sudah mampu melampaui target nasional, dimana target nasional itu 14 persen di tahun 2024, dari tahunnya kita sudah dahului,” ucapnya.

Dari versi aplikasi elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM), hasil pengukuran terakhir di Oktober 2023 menunjukkan Pemkab Kepulauan Anambas berhasil menurunkan angka stunting menjadi 5,07 persen.

Meskipun Edward mengakui bahwa stunting tidak dapat dihubungkan langsung dengan satu kegiatan tertentu, ia menjelaskan bahwa stunting berkaitan dengan semua sektor kehidupan, termasuk lingkungan, pola hidup, pengasuhan, dan pemahaman dari seluruh masyarakat.

“Indikator ini adalah indikator makro, ini adalah ukuran yang paling penting dalam mengukur stunting. Artinya kami menganggap positif kinerja dari tim yang terlibat,” tambahnya.

Edward juga memaparkan tantangan yang dihadapi dalam percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Ia mengakui bahwa pendekatan makro pemerintah sering tidak selaras dengan situasi kasuistik di lapangan.

“Artinya, bayi ini mempunyai cerita masing-masing, nah itu tantangan bukan hanya untuk Anambas ini, ini tantangan dunia bahwa penurunan stunting ini memang seperti itu tantangannya,” paparnya.

Untuk mengatasi hal ini, Pemkab Kepulauan Anambas berkomitmen untuk terus meningkatkan koordinasi dengan pihak dari puskesmas kecamatan dan desa.

Tujuannya adalah agar pemahaman masalah di lapangan semakin baik.

“Kedepannya kita akan terus meningkatkan koordinasi khususnya pihak dari puskesmas kecamatan dan desa untuk betul-betul turun ke lapisan masyarakat supaya kita paham betul apasih masalah yang terjadi di lapangan, yang tentu tidak bisa kita generalisir,” pungkasnya. (Red-LN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *